Magisterikom.umsida.ac.id – Magister Ilmu Komunikasi Umsida dibuka pada 2025 sebagai respons strategis terhadap dinamika pasar kerja.
Dengan tujuan mencetak strategic communicator yang siap menghadapi tantangan komunikasi digital dan disrupsi informasi.
Program ini bukan sekadar penambahan fakultas, melainkan pergeseran mendesak untuk memenuhi kebutuhan industri akan profesional yang mahir dalam strategi adaptif, pengelolaan krisis digital, dan perencanaan kampanye berbasis data.
Program ini menekankan bahwa peran komunikasi telah bergeser menjadi fungsi strategis inti dalam organisasi.
Oleh karena itu, kurikulum dirancang berbasis demand industri komunikasi digital sambil tetap memenuhi tuntutan ketat akademis pascasarjana.
Lulusan diposisikan sebagai individu yang mampu merancang strategi komunikasi dari hulu ke hilir, mulai dari perumusan berbasis riset hingga pengelolaan reputasi organisasi yang kompleks.
Baca juga: Instagram Jadi Senjata Baru PR: Strategi Kreatif N3 Unique Creativity EO dalam Membangun Brand Image
Fokus Ganda PR dan New Media

Magister Ilmu Komunikasi Umsida memiliki fokus yang tajam pada integrasi teori dan praktik digital dengan konsentrasi ganda: Public Relation dan New Media.
Kombinasi ini memberi pemahaman komprehensif untuk merancang komunikasi korporat secara offline dan online.
Mata kuliah unggulan yang ditawarkan secara khusus menutup celah antara hukum, etika, teknologi, dan strategi.
Ini termasuk Cyber PR, Cyber Law, Digital Society, dan Strategic Communication.
Pendekatan interdisipliner menjamin lulusan memiliki pemahaman mendalam tentang algoritma platform, data analytics, hukum (UU ITE), dan dampak sosial (digital society), menjadikan mereka komunikator yang responsif, adaptif, dan beretika.
Lihat juga: Kecerdasan Buatan dan Tanggung Jawab Etis di Era Pendidikan dan Bisnis Digital
Kolaborasi Wujudkan Praktik Dunia Nyata dalam Komunikasi
Pembeda utama program ini adalah penggunaan metode pembelajaran kolaboratif sebagai strategi utama, meniru lingkungan profesional.
Ini diwujudkan melalui Project-based Learning (PBL) Lintas Disiplin dengan ini Mahasiswa bekerja dalam tim untuk menyelesaikan proyek komunikasi nyata (misalnya, audit reputasi, kampanye PR digital, manajemen krisis) untuk klien mitra riil.
Kolaborasi Dosen Praktisi sebagai Praktisi aktif hadir sebagai co-lecturer atau pembimbing proyek, menjembatani kesenjangan antara apa yang diajarkan dan apa yang dibutuhkan pasar.
Studi Kasus Intensif dengan Metode diskusi tingkat pascasarjana melatih keterampilan fundamental komunikator strategis kemampuan untuk menyusun, mempertahankan, dan memimpin strategi di hadapan manajemen atau klien.
Pendekatan ini menjamin mahasiswa tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga kemampuan eksekusi strategis dan menghasilkan deliverable nyata yang menjadi portofolio profesional.
Penulis: Iklilah


















