Perjuangan Pers Menghadapi Perkembangan Media

Magisterikom.umsida.ac.id – Perjalanan kemerdekaan Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari perjuangan di medan perang.

Di balik berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan bangsa, terdapat peran komunikasi dalam menyebarkan gagasan, membangun kesadaran, dan menghubungkan masyarakat dengan informasi.

Salah satu ruang yang memiliki peran tersebut adalah pers.

Pada masa perjuangan, pers menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan kebangsaan kepada masyarakat.

Melalui surat kabar atau yang biasa kita kenal koran dan berbagai penerbitan lainya,

informasi mengenai kondisi sosial dan politik dapat disebarluaskan kepada khalayak.

Pers tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penyampai berita,

tetapi juga menjadi bagian dari dinamika perjuangan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kemerdekaan.

Keberadaan pers pada masa tersebut memperlihatkan bahwa media memiliki hubungan erat dengan perubahan sosial.

Sebuah tulisan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membentuk cara masyarakat memahami suatu persoalan.

Dalam situasi ketika akses informasi masih terbatas, media menjadi salah satu penghubung antara gagasan dan masyarakat.

Baca Juga: Lewat CSFC 2026, Ikom Umsida Dorong Pelajar Berani Berkarya Lewat Film Pendek

Pers dan Perannya dalam Perjalanan Komunikasi Indonesia

Sumber: Pexels

Seiring perkembangan zaman, media mengalami perubahan yang cukup besar.

Jika pada masa perjuangan masyarakat mengandalkan surat kabar sebagai salah satu sumber informasi,

perkembangan teknologi kemudian menghadirkan radio dan televisi sebagai media komunikasi massa yang mampu menjangkau khalayak lebih luas.

Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi bentuk media, tetapi juga cara masyarakat memperoleh informasi.

Pesan yang sebelumnya membutuhkan waktu untuk sampai kepada khalayak dapat disampaikan dengan lebih cepat melalui perkembangan teknologi komunikasi.

Memasuki era internet, dimana perubahan perubahan tersebut berlangsung semakin cepat.

Kehadiran media digital membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh dan menyebarkan informasi.

Media tidak lagi hanya berada di tangan institusi pers atau lembaga penyiaran.

Individu pun dapat membuat dan menyebarkan pesan kepada publik melalui berbagai platform.

Perubahan ini turut menggeser posisi masyarakat dalam proses berkomunikasi.

Masyarakat yang sebelumnya lebih banyak berperan sebagai penerima informasi kini dapat menjadi komunikator sekaligus produsen informasi.

Sebuah tulisan, foto, atau video yang dibuat oleh individu dapat berkembang menjadi percakapan yang melibatkan banyak orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan media bukan hanya persoalan perubahan teknologi, tetapi juga perubahan pola komunikasi masyarakat.

Hubungan antara media, komunikator, dan khalayak menjadi semakin dinamis.

Perubahan Media Membawa Tantangan Baru

Sumber: Pexels

Ruang komunikasi yang semakin terbuka memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam berbagai persoalan publik.

Informasi dapat disebarkan dengan lebih cepat, sementara masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memberikan tanggapan terhadap berbagai isu.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan.

Kecepatan penyebaran informasi membuat masyarakat berhadapan dengan jumlah pesan yang sangat besar setiap harinya.

Tidak semua informasi yang beredar memiliki konteks dan tingkat akurasi yang sama.

Baca Juga: Strategi Komunikasi Menentukan Kesuksesan Content Creator

Banyaknya berita hoax yang beredar dengan cepat, bahkan berita yang membuat kontroversi antar masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan masyarakat untuk memahami dan menyaring informasi menjadi semakin penting.

Kebebasan dalam menyampaikan pesan perlu diikuti dengan tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disebarkan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau merugikan pihak lain.

Jika pada masa perjuangan pers digunakan untuk menyebarkan gagasan dan membangun kesadaran masyarakat,

maka masyarakat saat ini memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk melakukan hal serupa.

Perbedaannya terletak pada kecepatan, bentuk media, serta besarnya jumlah komunikator yang terlibat.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fenomena yang relevan dalam kajian Ilmu Komunikasi.

Media tidak hanya menjadi saluran untuk menyampaikan pesan,

tetapi juga memiliki hubungan dengan pembentukan opini publik, perubahan perilaku, hingga dinamika kehidupan sosial.

Memahami perubahan media juga berarti memahami bagaimana masyarakat berubah dalam berkomunikasi.

Teknologi dapat berganti, bentuk media dapat berkembang,

tetapi kebutuhan manusia untuk menyampaikan gagasan dan membangun hubungan melalui komunikasi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial.

Bagi dunia akademik, perubahan tersebut menjadi ruang untuk melihat bagaimana teori komunikasi dapat digunakan dalam memahami fenomena yang terjadi di masyarakat.

Penelitian mengenai media, komunikasi massa, opini publik, hingga komunikasi digital menjadi semakin relevan ketika batas antara pembuat dan penerima informasi semakin terbuka.

Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjadi salah satu ruang akademik yang mengkaji berbagai dinamika komunikasi tersebut.

Perubahan media dan perilaku masyarakat dapat dipahami tidak hanya melalui perkembangan teknologi,

tetapi juga melalui perspektif sosial, budaya, dan komunikasi yang lebih luas.

Pada momentum kemerdekaan, perjalanan pers hingga perkembangan media saat ini dapat menjadi pengingat bahwa cara masyarakat menyampaikan suara terus mengalami perubahan.

Dari tulisan yang dahulu disebarkan melalui pers perjuangan hingga informasi yang kini dapat menjangkau publik dalam hitungan detik, media terus mengikuti perubahan zaman.

Karena itu, memaknai kemerdekaan di tengah perubahan media bukan hanya tentang mengenang bagaimana informasi disebarkan pada masa lalu.

Lebih jauh, kemerdekaan menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ruang komunikasi yang semakin luas dapat digunakan secara bertanggung jawab untuk menyampaikan gagasan,

membangun pemahaman, dan menjaga keberagaman suara di tengah masyarakat.

Penulis: Shafiqa Azwa Lysandra

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds