Magisterikom.umsida.ac.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu inovasi yang mulai dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk komunikasi pemasaran. Sebagai upaya memperkuat strategi branding produk di era digital.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Silaturahmi Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (Silat APIK PTMA) 2026 yang menghadirkan berbagai program pengabdian kepada masyarakat bagi pelaku UMKM.
Keberhasilan penggunaan AI untuk menghasilkan konten promosi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga mendapatkan kemampuan pengguna dalam menyusun prompt yang tepat.
Dari hal tersebut, pelaku UMKM Lengkong mengikuti pelatihan penyusunan prompt AI sebagai upaya memperkuat branding produk di era digital.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk membekali para pelaku UMKM dengan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merk sebelum memanfaatkan AI dalam proses pembuatan konten branding.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana strategi komunikasi yang baik dapat menghasilkan konten promosi yang lebih relevan dan sesuai dengan karakter produk.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada tahapan bagaimana menyusun identitas merk yang kemudian diterjemahkan menjadi prompt AI.
Langkah tersebut menjadi dasar agar AI mampu menghasilkan visual maupun naskah promosi yang selaras dengan nilai dan citra produk yang ingin dibangun.
Baca juga Dosen Magister Ilmu Komunikasi Umsida Belajar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas Malaysia
Membangun Identitas Merek Sebelum Menyusun Prompt AI

Sebelum memasuki sesi praktik penggunaan AI, peserta terlebih dahulu diajak melakukan observasi terhadap produk yang dimiliki.
Observasi tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai unsur penting dalam sebuah merek, mulai dari brand insight, brand strength, target audience, brand positioning, unique selling proposition (USP), hingga penyusunan tagline sebagai identitas produk.
Setiap komponen disusun secara sistematis dalam bentuk tabel yang nantinya menjadi panduan dalam membuat prompt.
Melalui proses tersebut, pelaku UMKM dapat mengenali keunggulan produknya, memahami kebutuhan konsumen, serta menentukan pesan utama yang ingin disampaikan kepada calon pembeli.
Dalam pelatihan ini, peserta juga belajar bahwa AI memerlukan informasi yang jelas untuk menghasilkan konten yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Oleh karena itu, penyusunan prompt tidak cukup hanya menuliskan nama produk atau perintah sederhana, tetapi juga harus memuat konteks mengenai karakter produk, target pasar, gaya visual, hingga tujuan komunikasi yang ingin dicapai.
Semakin lengkap informasi yang dimasukkan ke dalam prompt, semakin akurat pula hasil yang dihasilkan AI. Dengan demikian, identitas merek yang telah disusun sebelumnya menjadi fondasi utama dalam proses pembuatan konten berbasis AI.
Lihat juga: Visiting Lecturer di USIM, Dosen Ikom Umsida Bahas Pentingnya Memahami Diri melalui Komunikasi
Prompt AI Membantu Menghasilkan Konten yang Selaras dengan Branding

Setelah menyelesaikan penyusunan identitas merek, peserta melanjutkan pelatihan dengan mempraktikkan pembuatan prompt menggunakan teknologi Artificial Intelligence.
Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknik menyusun instruksi yang jelas, spesifik, dan terarah agar AI mampu menghasilkan konten sesuai dengan kebutuhan promosi produk.
Prompt yang dibuat berdasarkan hasil analisis branding kemudian digunakan untuk menghasilkan berbagai alternatif konten, mulai dari konsep visual promosi, desain produk, hingga copywriting yang mencerminkan identitas merk.
Peserta juga memahami bahwa setiap unsur yang dituliskan dalam prompt akan memengaruhi hasil yang diberikan oleh AI.
Melalui praktek tersebut, peserta memperoleh pengalaman bahwa AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat pendukung yang membantu mempercepat proses produksi konten.
Strategi komunikasi, kreativitas, dan pemahaman terhadap karakter merek tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas hasil yang dihasilkan.
Pelatihan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam komunikasi pemasaran perlu diawali dengan proses berpikir yang sistematis.
Identitas merk yang kuat akan menghasilkan prompt yang lebih efektif, sehingga AI mampu menghasilkan konten yang konsisten dengan citra produk yang ingin dibangun.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif, kemampuan menyusun prompt menjadi keterampilan baru yang penting dimiliki pelaku UMKM.
Dengan memadukan strategi branding dan pemanfaatan AI secara tepat, pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan konten promosi yang lebih kreatif, memperkuat identitas produk, serta meningkatkan daya saing di era transformasi digital.
Melalui pelatihan ini, UMKM Lengkong tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan Artificial Intelligence, tetapi juga memahami bahwa keberhasilan teknologi tersebut berawal dari kemampuan menyusun identitas merek yang kuat.
Dengan demikian, AI dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai alat untuk mendukung strategi komunikasi pemasaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri digital.
Penulis: Shafiqa Azwa Lysandra


















