Tiba-Tiba Muncul di FYP, Kok Drama AI Bikin Penasaran Terus?

Magisterikom.umsida.ac.id –Pernah tiba-tiba menonton drama AI di FYP, lalu tanpa sadar menontonnya sampai habis? Belakangan, linimasa media sosial memang dipenuhi drama pendek buatan AI dengan tokoh manusia berwajah nyaris sempurna, lengkap dengan intrik asmara dan pengkhianatan.

Dikutip dari Daily Dot Variasinya pun banyak. Di awal 2026, drama AI bertokoh buah juga sempat viral, dan satu video di antaranya ditonton lebih dari 26 juta kali.

Anehnya, kita jarang mencarinya. Konten itu datang sendiri, dan sering terasa sulit dilewatkan. Mengapa bisa begitu?

Baca Juga: Pakar Burapha University di Hukum Umsida Ungkap Kekuatan Geopark Hadapi Iklim

Kenapa Drama AI Bisa Muncul Tanpa Dicari?
Sumber Pinterest

Jawabannya ada pada FYP. TikTok memakai AI untuk menyusun halaman For You berdasarkan perilaku penggunanya Dikutip dari Harvard D3. Karena itu, isi FYP satu orang bisa berbeda dengan orang lain, dan bisa berubah ketika kebiasaan menontonnya berubah.

Selain itu, laporan HighXtar tentang drama hewan buatan AI menyebut bahwa platform akan menampilkan sebuah video ke lebih banyak pengguna ketika video itu membuat orang menonton sampai habis atau membagikannya. Artinya, video yang kita tonton sampai selesai bisa menjadi sinyal untuk menerima video serupa lagi.

Sayangnya, tidak semua pengguna menyadari cara kerja ini. Sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaporkan di Jurnal Raharja menemukan bahwa 84 persen peserta menganggap konten FYP muncul secara acak. Padahal, sistem rekomendasi berbasis AI dan pembelajaran mesin yang membentuk FYP.

Tren seperti ini pun bisa menyebar sangat cepat. Misalnya, satu akun yang mengunggah “Love Island” versi buah meraih 3,1 juta pengikut hanya dalam sembilan hari, dengan rata-rata 15 juta tayangan per video.

Kenapa Sulit Berhenti Menonton Drama AI?
Sumber Pinterest

Peneliti dalam tulisan di The Conversation menilai video AI semacam ini menawarkan kebaruan visual dan kejutan emosi yang cepat. Meski ceritanya menyerupai drama manusia, alurnya tidak punya logika internal yang utuh.

Cara ceritanya dikemas juga berperan. Konflik biasanya langsung muncul sejak detik-detik awal. Episode pun sering berhenti tepat ketika masalah memuncak, misalnya saat tokoh utama baru saja membuka pesan rahasia di ponsel pasangannya.

Karena belum ada jawaban, penonton terdorong mencari kelanjutannya. Selain itu, durasinya yang singkat membuat satu episode terasa ringan, sehingga mudah disambung dengan episode berikutnya.

Sementara itu, pakar pemasaran asal Thailand yang dikutip Thairath menyebut otak seolah mendapat kejutan saat melihat karakter lucu membicarakan konflik dewasa. Penonton pun tetap bisa berempati pada kisah tokohnya meski tahu semuanya buatan AI. Sebagian bahkan bertanya-tanya kenapa mereka selalu menonton sampai habis.

Namun, tidak semua isinya sehat ditonton. Tulisan The Conversation via Independent on Saturday yang sama menyebut feed video pendek bekerja dengan prinsip yang mirip sistem perjudian.

Algoritma juga tidak memprioritaskan makna maupun kualitas, dan banyak alur drama buah memuat tema bermasalah. Karena itu, penonton perlu menyadari mengapa suatu video terus muncul di layarnya.

Di sisi lain, TikTok menyediakan fitur untuk mengatur ulang preferensi FYP atau menandai konten sebagai tidak diminati. Platform ini juga pernah menampilkan pengingat agar pengguna berhenti ketika sudah terlalu lama menggulir.

Baca Juga: Mahasiswa Magang Dibekali Profil Introwisata dan Matangkan Ide Akun Media Sosial

Drama AI di FYP mungkin terlihat sepele, hanya hiburan singkat beberapa detik. Namun, dari kebiasaan menonton inilah kita bisa melihat bagaimana algoritma, cerita, dan perhatian kita saling memengaruhi.

Penulis: Dias Ikhtiyarun Syifa Jabiroh

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds